ISTINSYAQ DAN ISTINSYAR
Ini masih seputar
sunnah-sunnah wudhu’ yang banyak dilalaikan kaum muslimin. Untuk diketahui istinsyaq
adalah menghirup air dengan hidung sampai pada posisi khaithum, tidak
sampai melewati ujung hidung. Dan istinsyar adalah mengeluarkan air yang
sudah dihirup.
Untuk melakukan istinsyaq
dan istinsyar diperlukan latihan secara perlahan-lahan setiap wudhu’. Karena
biasanya, kalau belum terbiasa istinsyaq dan istinsyar, saat
menghirup terasa seperti orang yang tenggelam.
Istinsyaq
dan istinsyar sudah disebutkan dalam hadis nabi sebagai sunnah sebelum
wudhu’ sebagaimana dalam hadis nabi:
“Dari Humran bahwa Utsman meminta
air wudhu’. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu berkumur,
beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), instinsyar (mengeluarkan air). Kemudian
membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanananya sampai siku tiga
kali, dan membasuh tangan kirinya seperti itu. Lalu mengusap kepalanya.
Kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, dan kaki kirinya
seperti itu juga. Kemudian berkata, “ saya melihat Nabi Sallahu ‘alaihi
wasallam berwudhu’ seperti wudhu’ saya ini”. (muttafaq alahi).
Istinsyaq
dan istinsyar dalam berwudhu’ adalah sunnah yang sangat dianjurkan
Rasulullah. Sunnah tersebut tidak hanya sekedar memasukkan air dan
mengeluarkannya, tapi lebih dari itu, pasti ada hikmah dibalik sunnah tersebut.
Dalam beberapa kajian literatur
tentang istinsyaq dan istinsyar, sebagaimana berkumur-kumur
sebelum wudhu’. Dari segi kesehatan, pada dasarnya jika dilakukan setiap kali
berwudhu’, seharunya semua kaum muslimin akan mempunyai gigi dan gusi yang
bersih. Begitu juga dengan istinsyaq dan istinsyar. Sunnah ini di
samping untuk membersihkan hidung, karena bisa jadi di dalam hidung terdapat
kotoran secara hissi dan kotoran yang tidak hissi seperti mahkluk
tertentu yang hinggap di dalam hidung. Sebagaimana dalam hadis nabi
“Dari Abi Hurairah
radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “
apabila seseorang di antra kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap
air ke dalam hidungnya tiga kali dan
menghembuskannya keluar karena setan tidur di dalam rongga hidung itu (Muttafaq
‘alaihi)
Secara hissi,
kebiasaan istinsyaq dan istinsyar dapat menghilangkan
kotoran-kotoran yang ada di dalam hidung dan sisa-sisa lendir dari flu atau
batur yang masuk ke dalam otak. Jika dilakukan secara rutin, maka dapat
menghilangkan penyakit-penyakit sekitar hidung dan otak, seperti pusing, migrain,
dan lain sebagainya.
Bagi mereka yang sudah
akut dalam masalah kepala pusing dan sejenisnya, dapat melakukan istinsyaq
dan istinsyar dengan memasukkan air
hangat yang dicampur air garam ke rongga hidung dengan ceret kecil.
Insyallah, penyakit seperti pusing dan lain sebagainya, terutama lendir-lendir
yang mengendap di kepala akan keluar dan menghilangkan penyakit di sekitarnya.
Jika sunnah istinsyaq
dan istinsyar ini dilakukan setiap wudhu’ oleh kaum muslimin, maka pasti
kaum muslimin akan sehat secara jasmani, terutama di sekitar otak dan hidung. Tapi
kadang-kadang kemalasan membuat mereka tidak pernah melakukan sunnah ini. Kalau
pun melakukannya, tapi hanya sekedar membasuhnya dengan air dan hanya dibagian
hidung saja, padahal tidak hanya sekedar membasuh, tapi menghirup air.
Tags
RENUNGAN QAILULAH
