Diantara beberapa sunnah
yang sering dilalikan oleh kebayakan kaum muslimin adalah berkumur saat
berwudhu’. Padahal rasulullah sangat
menganjurkan untuk berkumur, dan itu menjadi bagian dari kesempurnaan wudhu.
Dalam hadis disebutkan tentang berkumur, sebagaimana hadis riwayat dari imam
bukhari dan muslim tentang cara wudhu’:
“dari Humran bahwasaya
Ustman radiyallahu ‘anhu meminta air wudhu’. Kemudian ia membasuh telapak
tangannya tiga kali, kemudian berkumur, istinsyaq dan istinsyar. Kemudian membasuh
wajahnya tiga kali, kemudian membasuh tangan kananya sampai siku tiga kali, dan
tanggan kirinya seperti itu. Kemudian mengusap kepalanya, dan membasuh kaki
kanannya sampai mata kali tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian berkata,
“ saya melihat Rasulullah wudhu’ seperti wudhu’ saya ini (Muttafaq ‘Alaihi).
Hadis ini menjelaskan
bahwa berkumur adalah bagian dari wudhu’, walaupun bukan bagian yang harus
dilakukan. Tapi melakukannya adalah bagian dari kesempurnaan seseorang dalam
berwudu’.
Apa yang Rasulullah
perintahkan dalam hadis bukan hanya sekedar ritual belaka, atau hanya sekedar
pernyataan yang tidak berguna, karena ia bukan bagian wajib dari wudhu’. Tapi
di luar semua itu, ada satu hal yang diinginkan oleh rasulullah bagi ummatnya,
yaitu kaum memperhatikan kebersihan mulutnya, baik gigi, gusi, dan segala apa
yang menjadi bagian dari mulut.
Jika diperhatikan dengan
seksama, anjuran Rasulullah tersebut sangat penting bagi umat islam. Kita tahu
bahwa mulut adalah awal masuk dari segala apa yang menjadi kebutuhan perut
manusia, dan menjadikan manusia dapat terus bertahan hidup. Makanan yang masuk
ke mulut tentu tidak semua masuk secara keseluruhan, pasti ada yang mengendap
di mulut dan di sela-sela gigi. Kalau sisa-sisa makanan itu dibiarkan begitu
saja, maka akan muncul banyak penyakit, yang terdekat tentunya sakit gusi dan
gigi.
Oleh karena itu, sunnah
Rasulullah untuk berkumur adalah anjuran yang menyehatkan dan bermanfaat bagi
kaum muslimin. Jika Sunnah tersebut dilakukan setiap kaum muslimin berwhudu’,
betapa sehatnya kaum muslimin dari segi gigi dan gusi!. Jika gigi dan gusi
sehat, maka dapat dipastikan apa yang ada selanjutnya di dalam perut menjadi
sehat.
Rasulullah sendiri
memberikan anjuran yang lebih dari hanya sekedar berkumur-kumur saat wudhu’,
belaiu bahkan menganjurkan kaum muslimin untuk bersiwak pada setiap wudhu’, itu
kalau tidak memberatkan untuk dilakukan. Dalam hadis Rasulullah disebutkan:
Dari Abi Hurairah
radiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ kalau seandainya tidak
memberatkan bagi ummatku, niscaya aku akan memerintahkan untuk bersiwak setiap
berwudhu’”. Dikelaurkan oleh Malik, Ahmad, Nasa’I dan disahihkan oleh ibnu
khuzaimah.
Hadis di atas memberikan
penguatan bahwa, seandainya tidak akan memberatkan bagi kaum muslimin niscaya
Rasulullah pasti mewajibkan bersiwak (sikat gigi) setiap akan berwudhu’. Jadi
tidak hanya sekedar berkumur-kumur, tapi juga sikat gigi. Ini memberikan
gambaran bahwa berkumur-kumur adalah anjuran yang sangat disunnahkan, dengan
melihat anjuran untuk bersiwak saat berwudu’.
Bagi kaum muslimin yang
tidak berat untuk melakukannya, maka sikat gigi lebih dianjurkan, baik dengan
sikat gigi pasta atau dengan kayu siwak. Tapi bagi mereka yang susah untuk
sikat gigi saat berwhudu’, maka cukup dengan berkumur-kumur saat berwudhu’.
Sunnah berkumur-kumur ini
sering diabaikan, karena alas an tertentu, langsung saja mengambil air wudhu’
dengan membasuh muka. Atau kadang-kadang orang sering disibukkan dengan
perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk sunnah, seperti berdo’a sebelum wudhu’.
Bahkan ada orang yang menjadikan do’a dan wudhu’ sebagai musykilah bagi
dirinya. Saat do’a seperti bismillah tidak berbarengan basuhan pertama wudhu’,
ia sibuk untuk membarengkannya, padahal itu tidak ada dalam tata cara wudhu’
yang diperintahkan oleh Nabi.
Mudah-mudahan kita bisa menempatkan
sunnah rasulullah pada tempatnya dan tidak disibukkan dengan perbuatan atau
amal yang tidak diperintahkan, yang dianggap sebagai perbuatan baik. Wallahu
a’lam bi al shawab.
Tags
RENUNGAN QAILULAH
