Kuliah kerja partisipatif kali ini
bertepatan dengan tugas dakwah di daerah Bayan. Saya sendiri mendapatkan tugas
di Dusun Munder Mumbul Sari. Dusun paling ujung dari Desa Mumbul Sari. Memang
tidak jauh, jalannya juga bagus, dapat dicapai dengan mobil dan sepeda motor.
Dalam kegiatan KKP kali ini, nuansa
dakwah akan lebih kental dari pada kegiatan-kegiatan sosial seperti KKN
biasanya. Karena ini bertepan dengan Bulan Ramadhan, maka kegiatan lebih banyak
seputar keagamaan, seperti mengajar ngaji anak-anak, ceramah, shalat berjama’ah
dan lain sebagainya yang berkaitan dengan Ramadhan. Kegiatan pun untuk kami
yang perempuan hanya seputar mengajarkan anak-anak Dusun Munder mengaji, agar
dapat menjadi bekal mereka di masa yang akan datang.
Di
hari kedua saya di Dusun Munder, saya mengajarkan anak-anak dengan metode
belajar sambil bermain atau main game di mana di dalam permainan game ini, kita
menyelipkan beberapa bentuk kisah para nabi atau rasul, serta menjelaskan
tentang Rukun Islam dalam bentuk nyanyian supaya mereka senang dan mudah dalam
mengingat apa saja yang diterima atau didengar. Karena mereka tidak bisa diajak
belajar terlalu serius oleh karenanya kami menggunakan metode sambil bermain
dan kami sangat nyakin dengan kami mengubahnya dalam bentuk nyanyian mereka
akan selalu mengulanginya di rumahnya sambil bermain.
Begitu juga tentang dua kalimat Syahadat,
yang di dalamnya ada ajaran tauhid yang perlu di nyakini oleh setiap umat Islam
yakni kenyakinan bahwa Allah itu ada dan yang menciptakan dunia ini dengan
segala yang ada di dalamnya. Dalam setiap permainan juga kami menyelipkan
beberapa bentuk penguatan tentang ketauhidan seperti Allah itu satu atau tidak
ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Dan pada sore harinya
kami menyempatkan diri bersama adik-adik santri untuk menjenguk salah seorang
anak yakni “Rendi” yang sedang sakit kurang lebih selama satu
minggu, yang belum sembuh sampai hari itu. dengan kami mengajak adik- adik menjenguk teman mereka yang sakit
kami bisa memberikan contoh dan
mengajarkan kepada adik-adik santri untuk peduli kepada antar sesama yang membutuhkan.
Seperti
biasa kami mulai mengajar tepat pukul 02:12, dan hari keempat Alhamdulillah
banyak anak yang datang adalah 60 anak, Alhamdulillah setiap hari anak-anak
yang datang semakin banyak. Hari keempat ini kami kembali menjelaskan tentang
Rukun Islam dengan melanjutkannya ke rukun Islam yang kedua, tiga, empat, dan
lima.dengan kami menjelaskan rukun islam secara bertahap-tahap kami bertujuan
supaya adik-adik bisa memahaminya dengan baik dan mengamalkan apa yang
terkandung didalam rukun islam tersebut, seperti kewajiban sholat lima waktu
kepada setiap umat islam, setelah selesai saya menjelaskan makna dari rukun
islam adik-adik mengulang-ulangi secara bersamaan rukun islam dengan cara
bernyanyi sebagaimana yang telah kami ajarkan.
Di sela-sela kami mengajarkan anak-anak.
Kami juga melakukan kunjungan ke masyarakat yang ada di perbatasan dusun dan
beberapa RT sambil menanyakan perihal anak-anak mereka yang tidak mau turun ke masjid
untuk mengaji. Ada yang mengatakan tidak mengantarkan anak mereka mengaji
karena jarak tempuh yang jauh. Ada juga yang memang tidak mau mengaji dengan
tidak ada alasan apapun.
Dusun
Munder sebenarnya tidak 100 % Islam. Di beberapa tempat seperti di RT 3 hampir
semuanya beragama Hindu. Jadi, kami pun harus dapat menyesuaikan materi yang
kami sampaikan agar tidak menyinggung mereka, seperti saat berkunjung. Kami
hanya menanyakan keadaan saja, dan tidak menanyakan kenapa anak mereka tidak
naik ke masjid.
Mungkin karena ini bukan yang pertama
kami datang ke Dusun ini jadi kami tidak canggung-canggung untuk mengunjungi
masayarakat-masyarat yang di sekitar di Dusun Munder ini termasuk yang non
Islam ( Hindu). Mereka sangat menggormati keberadaan kami sekalipun berbeda
agama, bahkan salah satu dari anak-anak mereka ada yang hanya sekedar duduk di
luar untuk mendengarkan apa yang kami sampaikan dari luar masjid. Dan mereka
juga sering kali mengajak kami untuk bermain dan menemani kami berjalan-jalan
mengunjunggi rumah-rumah yang ada dipedalam yang biasa kami sebut tegah
hutan tempatnya di RT 4 ( Empat ).
Dengan
ibu-ibu pun kita sering kumpul di rumah pak kadus ( Pak Sirmanem ). Banyak hal yang diceritakan
kepada kami tentang masyarakat yang ada
di RT 1 (satu) termasuk pekerjaan yang mereka lakoni. Salah satu dari ibu-ibu
ini bertutur atau sebut saja namanya Bik Yah, “ orang sini kebanyakkan
kerjaannya adalah pergi berdangang dan bercocok tanam, akan tetapi yang mereka
tanam adalah hanya yang musiman saja seperti pohon kelapa, pisang dan lebui
(kedelai hitam). Akan tetapi sekarang masyarakat ini sudah mulai mencoba untuk menanam tembakau
walaupun hujan jarang turun. Dan di sini itu tidak aliran husus untuk mengairi kebun-kebun
mereka jadi mereka hanya menanam yang musim saja”, ujarnya.
Kami pun sebenarnya sangat betah berada
di Dusun Munder. Apalagi yang bikin bangga dan
salut sama anak-anak di sini adalah semangat mereka yang begitu tinggi
untuk belajar, dari sebulum Zuhur mereka sudah berkumpul menunggu kami di depan
kamar. Semangat mereka inilah yang membuat kami ingin kembali ke Dusun Muder
ini dari Bulan Ramdahan tahun lalu. Ini adalah Bulan Ramadhan kedua kami di
sini, dan pada tahun ini banyak sekali yang berubah termasuk pada anak-anak di
sini yang semakin banyak dan semangat mereka yang semakin tinggi pada
Ilmu.
Sempat terlontar pertanyaan kepada
mereka, “Dek kalau tahun depan kakak-kakak baru yang datang kesini bagaimana ?
Serempak mereka menjawab “ gak, kakak itu gak boleh digantikan oleh siapapun,
kakak itu harus kembali kesini untuk negjar kami. Kami gak mau kalau kakak di
gantikan sudah cukup dua orang yang digantikan kami tidak mau kalau kakak diganti lagi. Kami gak mau”.
Semangat anak-anak itu menjadikan kami
betah berada di Dusun Munder, dan Ramadhan ke Ramadhan selama saya berada di
pondok insyallah akan ke Dusun Munder. Tekad tentunya untuk mencerdaskan mereka
dan agar mereka paham tentang agama. Dan kalau pun dapat, tidak hanya sekedar
harapan itu, mudah-mudahan kalau Allah memberikan saya jodoh dan tinggal di
Dusun munder saya akan bersedia untuk diam dan mengabdikan diri.
Tags
Tugas Mahasiswa