Anakku…!
Ketika aku semakin tua, aku berharap
kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku
Suatu ketika aku memecahkan piring
atau menumpahkan sup di atas meja, karena pengliahatanku berkurang, aku harap
kamu tidak memarahiku.
Ketika pendengaranku semakin
memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu
tidak memanggilku “tuli”. Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau
menuliskannya.
Maaf, anakku….!
Aku semakin tua…
Ketika lututku mulai lemah, aku
harap kamu memiliki kesabaran dan membantuku bangun, Seperti bagaimana aku
selalu membantu kamu masa kecil, untuk belajar berjalan.
Aku mohon jangan bosan denganku
Ketika aku terus mengulangi apa yang
ku katakan, seperti kaset rusak. Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku, atau bosan
mendengarkanku.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih
kecil dan kamu ingin sebuah balon. Kamu mengulangi apa yang kamu mau
berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Maafkan juga bauku…, tercium seperti
orang yang sudah tua. Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, tubuhku lemah….!,
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap, aku
tidak terlihat kotor bagimu.
Apakah kamu ingat, ketika kamu masih
kecil?, Aku selalu mengajer-ngejar kamu, karena kamu tidak ingin mandi.
Aku berharap kamu bisa bersabar
denganku, ketika aku selalu rewel. Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan
mengerti ketika kamu tua.
Dan jika kamu memiliki waktu luang ,
kau harap kita bisaberbicara, bahkan untuk beberapa menit. Aku selalu sendiri
sepanjang waktu, dan tidak memiliki seorangpun untuk diajak berbicara.
Aku tahu kamu sibuk dengan
pekerjaan, bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku, aku mohonn berikan
aku waktu untuk bersamamu.
Apakahh kamu ingat, ketika kamu
masih kecil?, aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang
mainanmu.
Ketika saatnya tiba….!, aku hanya
bisa berbaring dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.
Maaf….!, kalau aku sengaja mengompol
atau membuat berantakan, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.
Aku mungkin tidak akan bertahan
lama, ketika waktu kematianku datang, kau harap kamu memegang tanganku dan
memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.
Dan jangan khawatir, ketika aku
bertemu dengan sang pencipta. Aku akan berbisik kepada-Nya, untuk selalu
memberikan berkah kepadamu, karena kamu mencintai ayah dan ibumu.
Terima kasih atas perhatianmu, nak…!
Tags
Loving