SENYUM


الإبتسامة كلمة طيبة بلا حروف كلمات حكمة وإلهام
Seyum bagi sebagian orang adalah hal yang sangat sepele dan tidak mempunyai nilai, bahkan hanya sebuah simbol dalam diri individu yang sedang mengalami kesenangan atau kegembiraan, atau mengalami kejadian yang lucu dan menggelitik. Anggapan itu memang wajar, karena tidak banyak orang dapat memaknai seyum sebagai sesuatu yang besar dan dapat merubah segala sesuatu, baik kepada kebaikan maupun kepada keburukan.
Untuk seyum tidak membutuhkan tenaga yang besar dan tidak juga membutuhkan uang untuk membayarnya. Karena ia adalah sebuah perilaku yang setiap orang pasti pernah mengalamainya, sejak kecil hingga dewasa.
Seyum dalam agama Islam adalah sebuah perilaku terpuji, karena ia termasuk bagian dari ibadah jika dilakukan untuk kebaikan. Dan bahkan bagi seorang yang tidak mempunyai uang atau harta untuk bersedekah, maka cukup dengan seyuman sedah termasuk bagian dari sedekah. Dalam sebuah hadis dinyatakan, “ dari Abu Dzar berkata, Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ seyummu di depan saudaramu adalah sadaqah…”. (lihat sahih Ibnu Hibban)
Sederhana, tidak memerlukan biaya, hanya dengan seyum orang sudah dapat melakukan kebajikan dan dianggap sebagai shadaqah di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Tapi banyak orang menganggap ini remah dan tidak mempunyai arti sama sekali dalam kehidupan bagi orang-lain mapupun bagi dirinya sendiri.
Senyum tidak hanya berpahala sebagai sebuah sedekah bagi diri pelakunya, tapi yang lebih penting daripada itu adalah, seyum dapat memberikan keceriaan bagi orang yang disenyumi. Dan seperti itulah sikap seseorang kepada semua orang, tidak dengan muka masam atau dengan raut muka yang memperlihatkan kebencian. Seolah-olah semua orang yang disekitarnya perlu dicurigai dan diwaspadai.
Senada dengan seyum sebagai sebuah sadaqah bagi pelakuknya, seyum juga digambarkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa seseorang tidak boleh meremehkan segala macam kebaikan, walapun terlihat sepele, seperti memperlihatkan wajah yang berseri dan tersenyum kepada orang lain. Dinyatakan, “ janganlah meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun hanya sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”.
Seyum adalah perbuatan yang sangat mudah untuk dilakukan, dan siapa saja dapat melakukannya dengan mudah. Walapun seyum bukan sebuah barang berharga seperti uang dan emas, tapi ia memberikan pengaruh yang sangat besar kepada orang. Memang seyum bukan sebuah obat yang secara langsung dapat dirasakan oleh mulut dan tubuh seperti obat yang biasa diminum oleh orang yang sakit. Tapi seyum, dapat menjadi obat yang tidak bisa tergantikan oleh obat-obat yang lainnya. Karena pada dasarnya orang yang sakit secara fisik, tidaklah penyakitnya menjadi bertambah parah kecuali keadaan jiwanya yang semakin tidak membaik. Sebagai contoh, seseorang yang mungkin terindikasi darah tinggi, pada saat dokter memberitahu bahwa ia terkena darah tinggi dan mengancam jiwanya, maka secara otomatis bisa jadi dengan berita itu darah tingginya pun semakin bertambah. Atau kita dapat merasakannya sendiri, saat kita tersugesti tentang suatu penyakit, maka secara tidak langsung juga kita sudah terkena dengan penyakit yang kita sugestikan.
Oleh karena itu, seyum di sini bukanlah obat injeksi, tapi ia adalah obat yang dapat memberikan ketenangan kepada setiap orang dan memberikan mereka semangat untuk hidup. Sehingga jiwa menjadi tenang, dan penyakit-penyakit yang secara fisik diderita dapat tersembuhkan biiznillah.
Dalam senyuman mengandung resep-resep obat yang sangat bermanfaat bagi setiap orang. Seyuman yang diperlihatkan oleh seseorang seolah-olah mengeluarkan huruf-huruf yang tidak terlihat oleh kasat mata, tapi dengan mata bathin dapat dirasakan dan berinteraksi. Ia adalah sebuah kalimat-kalimat lembut yang tidak tersusun dari huruf-huruf latin maupun huruf hija’iyah. Sehingga seseorang tidak perlu melafalkannya dan menterjemahkannya, cukup dengan perasaan bathin yang menterjemahkannya dan menjadi penyejuk jiwa.
Lihatlah bagaimana perilaku anak adam antara laki-laki dan perempuan. Sangat banyak dari senyuman seorang laki-laki maupun perempuan menjadikan mereka bersatu, seolah-oleh sudah memahami dan terwakili ucapan suka dengan seyuman.
Betapa dahsyatnya seyuman, yang Allah karuniakan kepada ummat manusia di dunia ini. Untuk itu kenapa tidak bisa kita memberikan keteduhan dan kenyaman di dunia ini dengan memancarkan seyuman kepada semua orang, baik orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal. Tapi perlu hati-hati juga untuk tidak tersenyum di tempat tidak ada orang di sekitar anda dan kemudian anda tiba-tiba tersenyum, walapun tidak salah, tapi orang lain akan sedikit menganggap anda sebagai orang gila.
Seyumlah…!


Weli Arjuna Wiwaha

Hiduplah Untuk Mencintai dan Bukan Untuk Menyakiti

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama