PERANG PROVIDER (2)

Keberadaan banyak provider meramaikan sinyal di Indonesia dan khususnya daerah-daerah terpencil. Karena kebanyakaan saat ini para provider lebih menggarap daerah terpencil. Karena diakui atau tidak daerah terpencil menjadi konsumen potensial bagi mereka. Kota sendiri tetap menjadi project utama, tapi orang kota saat ini sudah terlalu banyak pilihan untuk melakukan hubungan dengan sesama. Malah di kota sekarang para provider menggarap layanan internet yang cepat dan murah melalui handphone. Sehingga kebutuhan orang kota sebenarnya lebih banyak, tapi provider juga banyak dan numpuk di sana.

Diakui atau tidak, kebutuhan masyarakat akan komunikasi yang baik dan lancar serta murah menjadi pilihan untuk menggunakan provider tertentu. Apalagi di daerah pedesaan dengan minim fasilitas umum dan informasi, maka handphone menjadi hal yang paling vital untuk dapat berkomunikasi dengan lainnya. Atau paling tidak untuk mendapatkan informasi sesama, sehingga tidak jauh-jauh pergi ke rumah teman dengan berjalan kaki, turun naik bukit, tapi orang yang dicari tidak ada. Namun dengan adanya handphone orang dapat berkomunikasi dan mencari informasi. Dan bahkan mereka sangat perlu dengan komunikasi dengan keluarga yang ada diluar daerah atau bahkan di luar negeri. Yang mana kebayakan orang desa banyak yang mencari nafkah di negara lain sebagai TKI. Terutama daerah-daerah dengan yang terdekat dengan Indoensia, seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Korea, Arab Saudi, dan sebagian negara arab lainnya.
Untuk itu, beberapa provider yang berada di luar negeri juga memantapkan diri untuk berbisnis di Indonesia. Agar komunikasi antara orang yang berada di luar negeri dan di Indoneisa tidak mahal, cukup dengan beberapa rupiah, dan bahkan mungkin beberapa layanan gratis seperti yang ada di Indoneisa. Artinya dengan adanya provider asing, biaya rooming internasional tidak kena, sehingga biaya dianggap lokal untuk semua pelayanan.
Melihat keadaan seperti itu, maka provider melakukan terobosan-terobosan yang maha dahsyat, baik untuk dalam negeri maupun untuk luar negeri. Ada beberapa provider yang saya ketahui untuk dieksplor di sini, walaupun hanya sebatas informasi dari teman-teman, dan tidak menggunakannya secara langsung. Kita tidak melihat yang sudah berlalu, kita melihat yang saat ini, saya kira sudah dapat mewakili untuk masa beberapa bulan dan tahun ke depan.
Di Lombok sendiri memang yang menjadi favorit adalah XL, karena tarif dan layanan yang sangat super murah. Sehingga tidak heran bila di sana sini terdapat banner yang berbuyi, “ 90 % warga Lombok memakai XL”. Kenyataan di lapangan memang benar, dengan tarif yang sangat murah dibanding dengan yang lainnya membuat provider lain susah untuk bersaing dengan XL. Bahkan beberapa kali provider Telkomsel memberikan kartu secara gratis, dan bahkan kyai saya sendiri sebagai ikon, terpampang besar di Jalan Raya Kediri, dekat Pasar Kediri. Iklannya juga seputar konsultasi agama, bagi pengguna Telkomsel. Bahkan pernah ada sebuah garapan untuk berinfaq dan bersedekah melalui  provider Telkomsel dan informasi semua kegiatan pesantren. akan tetapi, harga yang masih mahal menjadi pertimbangan teman-teman untuk beralih ke provider yang lain.
Di samping itu juga, karena kartu XL yang dipunyai oleh teman-teman, sudah terlanjur dikenal banyak orang, jadi untuk menggantinya pun sedikit agak susah. Sampai sekarang pun kebayakan orang-orang lombok masih menggunakan XL sebagai kartu andalan. Menurut ceritera teman-teman, di Madura juga sama seperti lombok, tidak afdal menjadi orang Madura kalau tidak pakai kartu XL.
Wilayah kota berkembang dan pedesaan memang menjadi garapan yang serius oleh XL, sehingga mampu menarik perhatian masyarakat. apalagi dengan kondisi masyarakat lombok yang kebanyakan menjadi TKI di Malaysia dan Saudi Arabia, sepertinya membuat XL menjadi provider yang banyak digemari orang saat ini. Taruh saja untuk menelpon sanak famili yang ada di Malaysai hanya dengan tarif seperti lokal, begitu juga dengan Arab saudi, terutama pada saat musim haji. Ini juga membuat banyak orang tertarik dan semakin meminati produk dari XL.
Meliahat persaingan yang begitu ketat, provider yang lain membuat terobosan baru dalam untuk menyaingi provider-provider yang menjadi unggulan. Taruh saja Esia atau Smart yang bahkan memberikan gratis telpon dan SMS ke sesamanya. Smart sendiri, dengan hanya membeli tipe handhope tertentu sudah dapat gratis nelpon selama setahun ke sesama Smart. Atau saat mengisi pulsa dengan Rp. 1000 saja, kalau provider yang lain dengan isi pulsa sebanyak itu, hanya dapat untuk seminggu saja. dipakai atau tidak, batas waktu aktif pulsa hanya seminggu, dan harus mengisi ulang pulsa. Tapi tidak dengan Smart, memang ada tenggang waktu dalam pengisian pulsa, tapi pada batas-batas tertentu saat mengirim SMS, secara otomatis perpanjangan masa aktif kartu didapatkan, dan bahkan bisa samapai dengan dua bulanan, kalau pulsa hanya dipakai untuk kirim pesan saja.Namun dengan promosi seperti itu, masih belum mampu menyaingi yang sudah tenar.
Baru-baru ini di Lombok sedang ramai orang mengganti kartu dengan Kartu 3, karena layanan dan tarifnya yang lebih murah lagi. Tapi sepertinya juga belum mampu tergantikan, dan di samping itu juga awal nomor yang kurang menarik dan minat konsumen.
Inovasi dari beberapa provider terkenal dan menguasai kelas atas dan mengah kemudian secara perlahan melirik kelas bawah dengan membuat program-program yang murah juga. Tidak hanya sekedar peromosi melalui media elektronikda dan cetak, tapi melalui lisan orang-orang yang memakai, membuat provider ini mulai mendapat pengakuan dari beberapa masyarakat dan menggeser lainnya. Seperti Telkomsel saat ini, menurut mereka yang menggunkan kartu Telkomsel. Layanan dan tarifnya sekarang lebih murah ketimbang provider yang selama ini menjadi kegemaran kelas bawah yaitu XL. Semua layanan tidak menggunakan syarat yang ribet, apalagi harus mendaftar segala dan berlangganan atau tidak. Untuk mengirim pesan saja, cukup hanya dengan satu kali SMS, tarif Rp. 99 sudah dapat gratis mengirim pesan selama 24 jam. Untuk telpon sendiri, apalagi sesama Telkomsel hanya dengan Rp. 1000, sudah dapat menelpon dengan sepuas dan sesuka hati.
Begitu juga dengan Indosat, untuk mengirim pesan saja, dari pagi jam 00.00 sampai dengan pukul 17.00,hanya dengan mengirim pesan dua kali, sudah bisa mendapatkan SMS gratis sebanyak 1000. Sedangkan dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00, kalau sudah mengirim SMS sebanyak 5 kali, maka baru mendapatkan 100 SMS gratis. Menelpon sendiri, Indosat memang murah untuk sesama pengguna Indosat.
Yang lebih parah lagi saat ini adalah XL, sebelumnya menjadi favorit kartu orang-orang kelas bawah, sekarang sudah tidak murah lagi. Beberapa bulan lalu memang masih mempunyai program untuk pulsa Rp. 5000, bisa berlangganan SMS atau telpon selama 5 hari. Dan pulsa Rp. 1000 dapat berlangganan SMS atau Telpon selama 7 Hari. Memang masih mengguranakan syarat dan ini sedikit memberatkan mereka yang ingin mengisi pulsa kapan ada uang. Namun sekarang sudah tidak ada lagi, beberapa kali mendaftar dengan program yang sudah ada, sellau ada jawaban dari operator, “the program is timeout”, kalau tidak salah semakna dengan program ini sudah tidak berlaku lagi. Maka terpaksa dengan tidak ada program, dan tidak ada keunggulan sama sekali. Untuk SMS saja dapat dikenai sampai Rp. 145, jika mengirim pesan beberapa saja, pulsa sudah hilang dengan cepat. Begitu juga dengan menelpon, pulsa dengan Rp. 1000 tidak mempunyai arti apa-apa, padahal itu menelpon ke sesame XL, apalagi akan menelpon ke nomor selain XL.
Keadaan seperti itu membuat beberapa orang kemudian berpikir untuk mengganti kartu ke provider yang lebih murah. Saat ini teman-teman yang saya kenal berangsur-angsur pindah menggunakan kartu Telkomsel atau Kartu Indosat. Melihat banyak yang pindah kartu, saya sendiri berpikir untuk mengganti, dan sekarang sudah menggantinya dengan nomor Indosat. Setelah menngunakannya pun terasa sangat murah, ketimbang nomor Xl yang saya pergunakan selama ini. Tidak ada syarat yang ribet, apalagi harus mendaftar dengan step-step yang sedikit rumit, dan kadang-kadang juga gagal.
Itulah sekelumit tentang beberapa provider dan layanannya selama ini dan untuk saat ini. Segala sesuatunya terserah kepada setiap orang sesuai dengan keinginannya. Namun jika ada yang lebih murah, boleh direkomendasikan sebagai sebuah pertimbangan.

Weli Arjuna Wiwaha

Hiduplah Untuk Mencintai dan Bukan Untuk Menyakiti

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama