Keberadaan
banyak provider meramaikan sinyal di Indonesia dan khususnya daerah-daerah
terpencil. Karena kebanyakaan saat ini para provider lebih menggarap daerah
terpencil. Karena diakui atau tidak daerah terpencil menjadi konsumen potensial
bagi mereka. Kota sendiri tetap menjadi project utama, tapi orang kota saat ini
sudah terlalu banyak pilihan untuk melakukan hubungan dengan sesama. Malah di
kota sekarang para provider menggarap layanan internet yang cepat dan murah
melalui handphone. Sehingga kebutuhan orang kota sebenarnya lebih banyak, tapi
provider juga banyak dan numpuk di sana.
Diakui
atau tidak, kebutuhan masyarakat akan komunikasi yang baik dan lancar serta
murah menjadi pilihan untuk menggunakan provider tertentu. Apalagi di daerah
pedesaan dengan minim fasilitas umum dan informasi, maka handphone menjadi hal
yang paling vital untuk dapat berkomunikasi dengan lainnya. Atau paling tidak
untuk mendapatkan informasi sesama, sehingga tidak jauh-jauh pergi ke rumah
teman dengan berjalan kaki, turun naik bukit, tapi orang yang dicari tidak ada.
Namun dengan adanya handphone orang dapat berkomunikasi dan mencari informasi.
Dan bahkan mereka sangat perlu dengan komunikasi dengan keluarga yang ada
diluar daerah atau bahkan di luar negeri. Yang mana kebayakan orang desa banyak
yang mencari nafkah di negara lain sebagai TKI. Terutama daerah-daerah dengan
yang terdekat dengan Indoensia, seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Korea, Arab
Saudi, dan sebagian negara arab lainnya.
Untuk
itu, beberapa provider yang berada di luar negeri juga memantapkan diri untuk
berbisnis di Indonesia. Agar komunikasi antara orang yang berada di luar negeri
dan di Indoneisa tidak mahal, cukup dengan beberapa rupiah, dan bahkan mungkin
beberapa layanan gratis seperti yang ada di Indoneisa. Artinya dengan adanya
provider asing, biaya rooming internasional tidak kena, sehingga biaya dianggap
lokal untuk semua pelayanan.
Melihat
keadaan seperti itu, maka provider melakukan terobosan-terobosan yang maha
dahsyat, baik untuk dalam negeri maupun untuk luar negeri. Ada beberapa
provider yang saya ketahui untuk dieksplor di sini, walaupun hanya sebatas
informasi dari teman-teman, dan tidak menggunakannya secara langsung. Kita
tidak melihat yang sudah berlalu, kita melihat yang saat ini, saya kira sudah
dapat mewakili untuk masa beberapa bulan dan tahun ke depan.
Di Lombok
sendiri memang yang menjadi favorit adalah XL, karena tarif dan layanan yang
sangat super murah. Sehingga tidak heran bila di sana sini terdapat banner yang
berbuyi, “ 90 % warga Lombok memakai XL”. Kenyataan di lapangan memang benar,
dengan tarif yang sangat murah dibanding dengan yang lainnya membuat provider
lain susah untuk bersaing dengan XL. Bahkan beberapa kali provider Telkomsel
memberikan kartu secara gratis, dan bahkan kyai saya sendiri sebagai ikon,
terpampang besar di Jalan Raya Kediri, dekat Pasar Kediri. Iklannya juga
seputar konsultasi agama, bagi pengguna Telkomsel. Bahkan pernah ada sebuah
garapan untuk berinfaq dan bersedekah melalui
provider Telkomsel dan informasi semua kegiatan pesantren. akan tetapi,
harga yang masih mahal menjadi pertimbangan teman-teman untuk beralih ke
provider yang lain.
Di
samping itu juga, karena kartu XL yang dipunyai oleh teman-teman, sudah
terlanjur dikenal banyak orang, jadi untuk menggantinya pun sedikit agak susah.
Sampai sekarang pun kebayakan orang-orang lombok masih menggunakan XL sebagai
kartu andalan. Menurut ceritera teman-teman, di Madura juga sama seperti
lombok, tidak afdal menjadi orang Madura
kalau tidak pakai kartu XL.
Wilayah
kota berkembang dan pedesaan memang menjadi garapan yang serius oleh XL,
sehingga mampu menarik perhatian masyarakat. apalagi dengan kondisi masyarakat
lombok yang kebanyakan menjadi TKI di Malaysia dan Saudi Arabia, sepertinya
membuat XL menjadi provider yang banyak digemari orang saat ini. Taruh saja
untuk menelpon sanak famili yang ada di Malaysai hanya dengan tarif seperti
lokal, begitu juga dengan Arab saudi, terutama pada saat musim haji. Ini juga
membuat banyak orang tertarik dan semakin meminati produk dari XL.
Meliahat
persaingan yang begitu ketat, provider yang lain membuat terobosan baru dalam
untuk menyaingi provider-provider yang menjadi unggulan. Taruh saja Esia atau
Smart yang bahkan memberikan gratis telpon dan SMS ke sesamanya. Smart sendiri,
dengan hanya membeli tipe handhope tertentu sudah dapat gratis nelpon selama
setahun ke sesama Smart. Atau saat mengisi pulsa dengan Rp. 1000 saja, kalau
provider yang lain dengan isi pulsa sebanyak itu, hanya dapat untuk seminggu
saja. dipakai atau tidak, batas waktu aktif pulsa hanya seminggu, dan harus
mengisi ulang pulsa. Tapi tidak dengan Smart, memang ada tenggang waktu dalam
pengisian pulsa, tapi pada batas-batas tertentu saat mengirim SMS, secara
otomatis perpanjangan masa aktif kartu didapatkan, dan bahkan bisa samapai
dengan dua bulanan, kalau pulsa hanya dipakai untuk kirim pesan saja.Namun
dengan promosi seperti itu, masih belum mampu menyaingi yang sudah tenar.
Baru-baru
ini di Lombok sedang ramai orang mengganti kartu dengan Kartu 3, karena layanan
dan tarifnya yang lebih murah lagi. Tapi sepertinya juga belum mampu
tergantikan, dan di samping itu juga awal nomor yang kurang menarik dan minat
konsumen.
Inovasi
dari beberapa provider terkenal dan menguasai kelas atas dan mengah kemudian
secara perlahan melirik kelas bawah dengan membuat program-program yang murah
juga. Tidak hanya sekedar peromosi melalui media elektronikda dan cetak, tapi
melalui lisan orang-orang yang memakai, membuat provider ini mulai mendapat
pengakuan dari beberapa masyarakat dan menggeser lainnya. Seperti Telkomsel
saat ini, menurut mereka yang menggunkan kartu Telkomsel. Layanan dan tarifnya
sekarang lebih murah ketimbang provider yang selama ini menjadi kegemaran kelas
bawah yaitu XL. Semua layanan tidak menggunakan syarat yang ribet, apalagi
harus mendaftar segala dan berlangganan atau tidak. Untuk mengirim pesan saja,
cukup hanya dengan satu kali SMS, tarif Rp. 99 sudah dapat gratis mengirim
pesan selama 24 jam. Untuk telpon sendiri, apalagi sesama Telkomsel hanya
dengan Rp. 1000, sudah dapat menelpon dengan sepuas dan sesuka hati.
Begitu
juga dengan Indosat, untuk mengirim pesan saja, dari pagi jam 00.00 sampai
dengan pukul 17.00,hanya dengan mengirim pesan dua kali, sudah bisa mendapatkan
SMS gratis sebanyak 1000. Sedangkan dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00,
kalau sudah mengirim SMS sebanyak 5 kali, maka baru mendapatkan 100 SMS gratis.
Menelpon sendiri, Indosat memang murah untuk sesama pengguna Indosat.
Yang
lebih parah lagi saat ini adalah XL, sebelumnya menjadi favorit kartu
orang-orang kelas bawah, sekarang sudah tidak murah lagi. Beberapa bulan lalu
memang masih mempunyai program untuk pulsa Rp. 5000, bisa berlangganan SMS atau
telpon selama 5 hari. Dan pulsa Rp. 1000 dapat berlangganan SMS atau Telpon
selama 7 Hari. Memang masih mengguranakan syarat dan ini sedikit memberatkan
mereka yang ingin mengisi pulsa kapan ada uang. Namun sekarang sudah tidak ada
lagi, beberapa kali mendaftar dengan program yang sudah ada, sellau ada jawaban
dari operator, “the program is timeout”,
kalau tidak salah semakna dengan program ini sudah tidak berlaku lagi. Maka terpaksa
dengan tidak ada program, dan tidak ada keunggulan sama sekali. Untuk SMS saja
dapat dikenai sampai Rp. 145, jika mengirim pesan beberapa saja, pulsa sudah
hilang dengan cepat. Begitu juga dengan menelpon, pulsa dengan Rp. 1000 tidak
mempunyai arti apa-apa, padahal itu menelpon ke sesame XL, apalagi akan
menelpon ke nomor selain XL.
Keadaan
seperti itu membuat beberapa orang kemudian berpikir untuk mengganti kartu ke
provider yang lebih murah. Saat ini teman-teman yang saya kenal
berangsur-angsur pindah menggunakan kartu Telkomsel atau Kartu Indosat. Melihat
banyak yang pindah kartu, saya sendiri berpikir untuk mengganti, dan sekarang
sudah menggantinya dengan nomor Indosat. Setelah menngunakannya pun terasa
sangat murah, ketimbang nomor Xl yang saya pergunakan selama ini. Tidak ada
syarat yang ribet, apalagi harus mendaftar dengan step-step yang sedikit rumit,
dan kadang-kadang juga gagal.
Itulah
sekelumit tentang beberapa provider dan layanannya selama ini dan untuk saat
ini. Segala sesuatunya terserah kepada setiap orang sesuai dengan keinginannya.
Namun jika ada yang lebih murah, boleh direkomendasikan sebagai sebuah
pertimbangan.
Tags
RENUNGAN QAILULAH