Jasa
pulsa seluler saat ini sudah menjamur dengan cepat, kalau dulu hanya satu atau
dua saja, sekarang sudah tidak terhidtung jumlahnya. Satu provider saja bisa
menawarkan dua sampai tiga model layanan, belum lagi layanan dalam satu model.
Menjamurnya
provider memang memberikan dampak perkembangan yang lebih pesat bagi bangsa
indonesia. Dulu orang tidak pernah mengenal yang namanya hanphone, tapi
sekarang di tempat sangat terpelosok pun orang sudah tidak asing dengan
handphone. Untuk dapat terlphonenan atau sekedar SMS an maka membutuhkan jasa
yang bisa mengahntarkan. Yaitu dengan memilih salah satu provider yang ada. Dan
dengan jasa yang ditawarkan berupa pulsa.
Pulsa
pun saat menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, yang penggunaan dan tingkat
kebutuhannya dapat melebihi kebutuhan makan dan minum. Karena seseorang harus
mengisi jumlah pulsa tertentu, semakin banyak ia mengisi pulsa, semakin
panjanglah masa berlakunya. Tapi semakin sedikit seseorang mengisi pulsa maka semakin pendek pula masa pakainya.
Dan mau tidak mau harus mengisi ulang,
jika tidak dan habis masa tenggang, hanguslah nomor yang dimilki dan harus
membeli kartu baru.
Pemilihan
provider oleh masyarakat, ada yang karena murahnya layanan, dan ada juga yang
memilih karena bagusnya jaringan, atau ada yang memilih karena keadaan harus
menggunakan layanan tersebut, karena layanan yang lain tidak ada.
Memilih
layanan yang murah menjadi pelanggan banyak orang, baik pada layanan bicara
atau hanya sekedar mengirim pesan. Memang pilihan ini sangat wajar, karena
menyangkut masalah biaya dan kebutuhan hidup lainnya. Untuk layanan Rp. 5000
saja yang dibeli dengan harga Rp. 6000, hanya berlaku 5 hari saja. jika harus
memilih provider dengan layanan mahal, maka untuk bisa daapt berbicara setiap
hari Rp. 5000 tidak akan cukup. Karena kalau hanya dengan jumlah seperti itu,
bicara tidak sampai 1 jam sudah habis, apalagi ada jasa provider yang
menawarkan bicara sepuasanya dengan hanya satu kali telpon. Tapi orang kan
tidak menelpon sekali untuk waktu berjam-jam, kalau hanya beberapa menit saja
dan pulsa yang terkuras setiap panggilan lebih dari Rp. 1000, maka dalam setiap
hari orang harus mengisi pulsa beberapa kali.
Komsumen
para provider pun mempunyai basis-basis tertentu yang menjadi wilayah garapan.
Provider untuk kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Dulu sebelum banyak
provider yang ada di indonesia, ada tiga provider yang masih tetap eksis dan
mempunyai pelanggan yang sangat banyak di seluruh pelosok negeri, mulai dari
sabang sampai merauke. Ketiga provider itu adalah Telkomsel, Indosat, dan XL.
Ketiga provider ini juga secara tidak sadar telah membentuk konsumen
masing-masing, dan sepertinya orang-orang yang menggunakan jasa mereka juga
tidak mengerti kalau mereka sudah terbagi-bagi. Taruh saja seperti Tekomsel
yang dikatakan sebagai kepunyaan orang-orang kaya dan pejabat, sedangkan
Indosat untuk kalangan menengah, dan XL untuk kalangn bawah/miskin.
Memang
keberadaan mereka pada awal kemunculan membuat mereka secara alami terpisah.
Sejak awal kemunculan Telkomsel di negeri ini, mereka mematok pulsa Rp. 100.000
dan kemudia paling rendah Rp. 50.000. dengan duit seperti ini pada masa-masa
sulit saat itu, tentu mereka yang punya penghasilan sedikit tidak akan mampu
untuk membeli pulsa. Dan bahkan mereka pun banyak mengatakan, “masak HP dikasi
makan 100 ribu setiap bulan”.
Menjadi
yang pertama, memang membuat orang yang memegang handphone hanya orang tertentu
saja. maklum handphone pada saat itu masih barang langka, dan yang paling jelek
sekarang saja dulu harganya bisa mencapai Rp. 1.000.000, sekarang malah tidak
berharga, kalaupun ada yang membeli paling dengan harga Rp. 50.000.
Di
samping itu juga, orang banyak memandang bahwa tidak hanya harga itu saja, tapi
kualitas siyal yang baik, di dalam kota maupun di luar kota, bahkan di
pedalaman. Karena kalau tidak salah Telkomsel mempunyai kuat sinyal karena
memang ditopang oleh Telkom sendiri yang sudah sejak awal mempunyai pemancar di
sana-sini untuk telpon rumah.
Sedangkan
indosat lebih banyak untuk kelas menengah. Keberadaannya tidak tahu jelas
kapan, tapi dalam perjalanannya terlihat Indosat lebih banyak diminati oleh
mereka yang kelas menengah. Di samping kualitas sinyal yang lebih stabil
seperti Telkomsel, tapi Indosat menawarkan pulsa yang lebih menarik. Walapun
ada pulsa sampai Rp. 100.000, tapi mereka yang mempunyai uang lebih sedikit
dapat mengisi pulsa hanya dengan Rp. 5000. Tentu dengan masa waktu yang lebih
sedikit ketimbang pulsa lebih banyak. Tapi dalam keadaan tertentu, dan tidak
banyak berkomunikasi hanya dengan pesan pendek saja, cukup dengan pulsa minimal
sudah dapat mengirim pesan dan membalas pesan, dan dengan harga tidak lebih
dari Rp.1000 pada saat itu, tidak dengan sekarang.
Daerah
sedikit perkotaan menjadi pelanggan provider ini, walaupun di kota besar juga
banyak yang menggunakannya. Harga yang lebih bersahabat menjadi pilihan
masyarakat untuk menggunakan jasa Indosat. Walapun akhirnya Indosat dijual ke
Singapura pada saat pemerintahan Bu Megawati.
Dan
yang ketiga adalah XL untuk kelas bawah dan miskin, itulah anggapan dan
penilaian orang-orang dulu dan mungkin sampai sekarang. Keberadaan XL memang
sedikit memberikan berita gembira bagi mereka yang punya penghasilan rendah dan
bahkan miskin. Karena XL datang dengan memberikan promosi yang tidak wajar dan
bahkan sangat murah.
Saya
ingat sekali pada awal kemunculannya, tidak serta merta semuanya murah. Tapi XL
melakukan pemetaan pemakai, yaitu XL bebas untuk mereka yang sedikit berduit,
tapi dengan fitur yang lebih banyak. sedangkan untuk XL Jempol untuk mereka
yang miskin, tidak banyak fitur dan hanya sebatas untuk berbicara dan sms saja.
untuk mendapatkan layanan lain tidak mungkin didapatkan, misalkan saja untuk
MMS saja tidak bisa, hanya teks saja.
Namun
dengan harga yang murah, untuk berbicara saja cukup mempunyai pulsa Rp. 1000,
sudah dapat berbicara dengan puas, dan untuk SMS saja cukup hanya dengan
Rp.100. yang paling menghebohkan adalah untuk menelpon sepuasnya cukup hanya
dengan Rp. 100. Harga yang sangat gila, dan dapat membunuh provider lainnya.
Sehingga di wilayah garapannya XL hampir tidak akan ditemukan orang yang
menggunakan Telkomsel atau Indosat. Tapi memang kemudian daerah garapan XL
lebih banyak ke pedesaan yang tidak terlalu banyak pegunungan, karena untuk
kota besar dan kota berkembang tidak akan mungkin mengalahkan Telkomsel dan
Indosat.
Ketiga
provider ini sampai sekarang masih terus berkembang dan selalu melakukan
gebrakan-gebrakan baru dengan menawarkan fitur-fitur terbaru dan
program-program baru yang lebih asyik. Tidak hanya sekedar di lapangan yang
secara alami mereka melakukan persaingan, tapi secara nyata-nyata kemudian di
media elektronik dan media cetak mereka saling serang dengan menjelekkan
provider satu dengan lainnya.
Permainan
itu tidak hanya bagi tiga provider tadi, banyak kemudian muncul
provider-provider lain yang menawarkan program-program yang lebih gila lagi.
Terutama dari pengusaha-pengusa dalam negeri dan beberapa pengusaha di luar
negeri.
Seperti
apa program mereka, dan apakah mereka masih dapat eksis untuk ke depan?.
Bersambung….!
Tags
RENUNGAN QAILULAH