PERANG PROVIDER (1)


Jasa pulsa seluler saat ini sudah menjamur dengan cepat, kalau dulu hanya satu atau dua saja, sekarang sudah tidak terhidtung jumlahnya. Satu provider saja bisa menawarkan dua sampai tiga model layanan, belum lagi layanan dalam satu model.
Menjamurnya provider memang memberikan dampak perkembangan yang lebih pesat bagi bangsa indonesia. Dulu orang tidak pernah mengenal yang namanya hanphone, tapi sekarang di tempat sangat terpelosok pun orang sudah tidak asing dengan handphone. Untuk dapat terlphonenan atau sekedar SMS an maka membutuhkan jasa yang bisa mengahntarkan. Yaitu dengan memilih salah satu provider yang ada. Dan dengan jasa yang ditawarkan berupa pulsa.
Pulsa pun saat menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, yang penggunaan dan tingkat kebutuhannya dapat melebihi kebutuhan makan dan minum. Karena seseorang harus mengisi jumlah pulsa tertentu, semakin banyak ia mengisi pulsa, semakin panjanglah masa berlakunya. Tapi semakin sedikit seseorang mengisi  pulsa maka semakin pendek pula masa pakainya. Dan  mau tidak mau harus mengisi ulang, jika tidak dan habis masa tenggang, hanguslah nomor yang dimilki dan harus membeli kartu baru.
Pemilihan provider oleh masyarakat, ada yang karena murahnya layanan, dan ada juga yang memilih karena bagusnya jaringan, atau ada yang memilih karena keadaan harus menggunakan layanan tersebut, karena layanan yang lain tidak ada.
Memilih layanan yang murah menjadi pelanggan banyak orang, baik pada layanan bicara atau hanya sekedar mengirim pesan. Memang pilihan ini sangat wajar, karena menyangkut masalah biaya dan kebutuhan hidup lainnya. Untuk layanan Rp. 5000 saja yang dibeli dengan harga Rp. 6000, hanya berlaku 5 hari saja. jika harus memilih provider dengan layanan mahal, maka untuk bisa daapt berbicara setiap hari Rp. 5000 tidak akan cukup. Karena kalau hanya dengan jumlah seperti itu, bicara tidak sampai 1 jam sudah habis, apalagi ada jasa provider yang menawarkan bicara sepuasanya dengan hanya satu kali telpon. Tapi orang kan tidak menelpon sekali untuk waktu berjam-jam, kalau hanya beberapa menit saja dan pulsa yang terkuras setiap panggilan lebih dari Rp. 1000, maka dalam setiap hari orang harus mengisi pulsa beberapa kali.
Komsumen para provider pun mempunyai basis-basis tertentu yang menjadi wilayah garapan. Provider untuk kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Dulu sebelum banyak provider yang ada di indonesia, ada tiga provider yang masih tetap eksis dan mempunyai pelanggan yang sangat banyak di seluruh pelosok negeri, mulai dari sabang sampai merauke. Ketiga provider itu adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Ketiga provider ini juga secara tidak sadar telah membentuk konsumen masing-masing, dan sepertinya orang-orang yang menggunakan jasa mereka juga tidak mengerti kalau mereka sudah terbagi-bagi. Taruh saja seperti Tekomsel yang dikatakan sebagai kepunyaan orang-orang kaya dan pejabat, sedangkan Indosat untuk kalangan menengah, dan XL untuk kalangn bawah/miskin.
Memang keberadaan mereka pada awal kemunculan membuat mereka secara alami terpisah. Sejak awal kemunculan Telkomsel di negeri ini, mereka mematok pulsa Rp. 100.000 dan kemudia paling rendah Rp. 50.000. dengan duit seperti ini pada masa-masa sulit saat itu, tentu mereka yang punya penghasilan sedikit tidak akan mampu untuk membeli pulsa. Dan bahkan mereka pun banyak mengatakan, “masak HP dikasi makan 100 ribu setiap bulan”.
Menjadi yang pertama, memang membuat orang yang memegang handphone hanya orang tertentu saja. maklum handphone pada saat itu masih barang langka, dan yang paling jelek sekarang saja dulu harganya bisa mencapai Rp. 1.000.000, sekarang malah tidak berharga, kalaupun ada yang membeli paling dengan harga Rp. 50.000.
Di samping itu juga, orang banyak memandang bahwa tidak hanya harga itu saja, tapi kualitas siyal yang baik, di dalam kota maupun di luar kota, bahkan di pedalaman. Karena kalau tidak salah Telkomsel mempunyai kuat sinyal karena memang ditopang oleh Telkom sendiri yang sudah sejak awal mempunyai pemancar di sana-sini untuk telpon rumah.
Sedangkan indosat lebih banyak untuk kelas menengah. Keberadaannya tidak tahu jelas kapan, tapi dalam perjalanannya terlihat Indosat lebih banyak diminati oleh mereka yang kelas menengah. Di samping kualitas sinyal yang lebih stabil seperti Telkomsel, tapi Indosat menawarkan pulsa yang lebih menarik. Walapun ada pulsa sampai Rp. 100.000, tapi mereka yang mempunyai uang lebih sedikit dapat mengisi pulsa hanya dengan Rp. 5000. Tentu dengan masa waktu yang lebih sedikit ketimbang pulsa lebih banyak. Tapi dalam keadaan tertentu, dan tidak banyak berkomunikasi hanya dengan pesan pendek saja, cukup dengan pulsa minimal sudah dapat mengirim pesan dan membalas pesan, dan dengan harga tidak lebih dari Rp.1000 pada saat itu, tidak dengan sekarang.
Daerah sedikit perkotaan menjadi pelanggan provider ini, walaupun di kota besar juga banyak yang menggunakannya. Harga yang lebih bersahabat menjadi pilihan masyarakat untuk menggunakan jasa Indosat. Walapun akhirnya Indosat dijual ke Singapura pada saat pemerintahan Bu Megawati.
Dan yang ketiga adalah XL untuk kelas bawah dan miskin, itulah anggapan dan penilaian orang-orang dulu dan mungkin sampai sekarang. Keberadaan XL memang sedikit memberikan berita gembira bagi mereka yang punya penghasilan rendah dan bahkan miskin. Karena XL datang dengan memberikan promosi yang tidak wajar dan bahkan sangat murah.
Saya ingat sekali pada awal kemunculannya, tidak serta merta semuanya murah. Tapi XL melakukan pemetaan pemakai, yaitu XL bebas untuk mereka yang sedikit berduit, tapi dengan fitur yang lebih banyak. sedangkan untuk XL Jempol untuk mereka yang miskin, tidak banyak fitur dan hanya sebatas untuk berbicara dan sms saja. untuk mendapatkan layanan lain tidak mungkin didapatkan, misalkan saja untuk MMS saja tidak bisa, hanya teks saja.
Namun dengan harga yang murah, untuk berbicara saja cukup mempunyai pulsa Rp. 1000, sudah dapat berbicara dengan puas, dan untuk SMS saja cukup hanya dengan Rp.100. yang paling menghebohkan adalah untuk menelpon sepuasnya cukup hanya dengan Rp. 100. Harga yang sangat gila, dan dapat membunuh provider lainnya. Sehingga di wilayah garapannya XL hampir tidak akan ditemukan orang yang menggunakan Telkomsel atau Indosat. Tapi memang kemudian daerah garapan XL lebih banyak ke pedesaan yang tidak terlalu banyak pegunungan, karena untuk kota besar dan kota berkembang tidak akan mungkin mengalahkan Telkomsel dan Indosat.
Ketiga provider ini sampai sekarang masih terus berkembang dan selalu melakukan gebrakan-gebrakan baru dengan menawarkan fitur-fitur terbaru dan program-program baru yang lebih asyik. Tidak hanya sekedar di lapangan yang secara alami mereka melakukan persaingan, tapi secara nyata-nyata kemudian di media elektronik dan media cetak mereka saling serang dengan menjelekkan provider satu dengan lainnya.
Permainan itu tidak hanya bagi tiga provider tadi, banyak kemudian muncul provider-provider lain yang menawarkan program-program yang lebih gila lagi. Terutama dari pengusaha-pengusa dalam negeri dan beberapa pengusaha di luar negeri.
Seperti apa program mereka, dan apakah mereka masih dapat eksis untuk ke depan?. Bersambung….!

Weli Arjuna Wiwaha

Hiduplah Untuk Mencintai dan Bukan Untuk Menyakiti

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama