GOLKAR MENDUA HATI

Politikus golongan karya di senayan sedang mendua hati dalam menyikapi kenaikan bahan bakar miyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah muali 1 april mendatang. Sebagian dari mereka ada yang pro terhadap kenaikan BBM dengan tetap berpedoman pada kesepakatan koaslisi yang diusung olem pemerintah berkuasa saat ini yaitu Partai demokrat. Dengan berbagai pertimbangan politis juga, mereka tetap mendudkung kenaikan BBM guna untuk menyelamatkan APBN. Sebagaian mereka juga ada yang secara tegas menolak kenaikan BBM, karena menganggap bahwa kenaikan BBM akan memberikan penderitaan yang lebih kepada rakyat miskin.

Meduanya politisi golongan karya ini, menjadikan suasana Senayan semakin panas, apalagi tinggal satu hari lagi tenggat waktu untuk membicarakan soal kenaikan BBM. Apakah ikut dengan kebijakan pemerintah atau akan ikut opsi menentang kenaikan BBM.
Dari partai koaslisi sendiri, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan tegas menolak kenaikan BBM dan sebagian politikus Golongan Karya. Partai berkuasa pun menganggap mereka yang berada dalam koaslisi dan tidak mendukung pemerintah dianggap sebagai penghianat dan mereka harus siap menerima konsekuensi dengan akan ditariknya perwakilan mereka di kabinet. Di antara partai yang mendukung kenaikan BBM adalah Partai demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang. Sedangkan partai yang menolak kenaikan BBM adalah Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrasi Perjuangan, Partai Gerindra, Parta Hanura, dan beberapa partai. Sedangkan di kedua belah pihak ada Partai Golongan Karya,s ebagian menerima dan sebagian menolak.
Dari komposisi partai yang mendukung dan menolak, tentu partai yang mendukung kenaikan di atas kertas mempunyai suara lebih banyak ketimbang suara partai di luar yang tidak setuju dengan kenaikan, di luar perhitungan partai Golongan Karya. tapi kalau dirasionalkan untuk sementara dengan sebagian dukungan partai Golongan karya yang mendukung, maka suara koalisi lebih banyak ketimbang dengan partai politik yang menolak kenaikan BBM. Ini juga kalau pada hari ini tidak dapat diputuskan, apakah BBM harus naik atau tidak, maka voting akan dilakukan di Senayan.
Namun segala sesutau dapat berubah pada saat-saat ini, di mana ini menjadi peluang dan waktu yang tepat untuk melakukan pencitraan politik dan mendapatkan dukungan oleh masyarakat. jika Partai Golongann Karya mengambil kebijkan tetap memberikan toleransi kepada kadernya yang di Senayan untuk memilih dua opsi, maka yang mendukung kenaikan BBM bisa dipastikan akan menang. Tapi jika fraksi partai Golongan Karya menjadi satu suara, kalau mendukung, secara otomatis partai koaslisi menang, tapi jika suara partai Golongan karya semua menolak kenaikan BBM, maka besar kemungkinan hasil voting akan dimenangkan oleh partai-partai yang menolak kenaikan BBM.
Sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas kemana arah kebijakan politik Partai Golongan Karya. Orang-orang juga masih menunggu dan berharap partai Golongan karya dapat membela rakyat miskin untuk tidak sepakat dan mendukung kenaikan BBM. Tapi dengan mendua hatinya politikus Golongan karya di Senayan membuat orang semakin penasaran dan deg-degan. Antara harapan dan kekecewan adalah dua opsi yang pasti salah satunya akan terjadi dan drama yang menegangkan dalam beberajam jam mendatang.

Weli Arjuna Wiwaha

Hiduplah Untuk Mencintai dan Bukan Untuk Menyakiti

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama